Otaku

Standar

Gambar

Bab I. Pendahuluan

1.1. Latar Belakang Masalah

Bahasa merupakan  suatu cara manusia untuk mengekspresikan fikirannya. Di Indonesia terdapat beribu-ribu bahasa bercampur aduk, malahan semakin berkembang setelah adanya globalisasi. Sebagai ungkapan suatu kecintaan terhadap suatu hobi, berbagai macam komunitas menciptakan bahasa mereka sendiri sebagai perekat sdan identitas antar sesama, salah satunya adalah komunitas otaku.

Otaku berasal dari Negara Jepang, yaitu sebutan untuk orang-orang yang mencintai anime (animasi jepang), manga (komik Jepang), musik atau lagu Jepang sampai pada lifestyle  yang disebut Costplay (Penampilan tokoh animasi dalam dunia nyata). Otaku merambat ke Indonesia setelah kian marak masuknya anime dan manga dari negara tirai bambu tersebut. Orang pribumi Indonesia yang menyukai hal itu menyebut dirinya dengan sebutan Otaku Indonesia dan menggunakan sebagian bahasa Otaku Jepang dalam komunitasnya sendiri.

Sebenarnya budaya semacam otaku ini mulai merakyat di kalangan anak muda Indonesia saat ini bila cermat mengamati. Terlihat dalam dunia musik yang keotaku-otakuan diawali dengan Band Indonesia yang bernama J-Rock, selanjutnya muncul Boyband semacam Smash, CherryBell dan lain sebagainya. Model rambut juga sekarang anak muda lebih terlihat seperti Harajuku (model rambut kartun Jepang), yang paling mencolok adalah model rambut salah satu personel Band Indonesia yaitu Viera. Belum lagi sempat terjadi demam anime Naruto dan One Piece pada sekitar tahun 2002 hingga saat ini yang menimbulkan munculnya berbagai aksessoris berupa tokoh anime tersebut di berbagai pasar Indonesia. Di Indonesia juga mulai muncul kursus-kursus berbahasa Jepang, yang selanjutnya lebih meningkatkan eksistensi Otaku di Negri ini.

Boleh-boleh saja mau menggunakan bahasa apapun dalam hidup, ataupun segala ekspresi atas kecintaannya, toh itu semua adalah hak asasi manusia. Peneliti hanya ingin mengetahui bahasa-bahasa yang sering digunakan Otaku Indonesia untuk memudahkan komunikasi dan mengira-ira apa yang ada di fikiran para Otaku Indonesia pada skala umum. Intinya adalah  lebih kepada memahami terhadap Otaku Indonesia.

1.2. Pembatasan Masalah

Sisipan istilah dari Jepang yang biasa digunakan Otaku Indonesia sebagai bahasa penulisan di dunia internet yaitu situs alamat www.aoindonesia.net.

Bab II. Landasan Teori

 

Sebutan Otaku (おたく) digunakan untuk pria lajang yang mempunyai hobi anime, manga, permainan video, dan musik Jepang tanpa mengenal batasan umur. Istilah otaku juga banyak dipakai untuk menyebut wanita lajang atau wanita sudah menikah yang membentuk kelompok sedikit bersifat tomboi berdasarkan persamaan hobi (wikipedia Indonesia).

Etimologi Otaku dalam bahasa Jepang adalah kata hormat untuk rumah orang lain, atau dalam bahasa Jawa adalah “griya”. Apabila digunakan kepada lawan bicara, kata otaku terkesan tidak akrab, menunjukkan jarak yang tidak dekat, tidak sopan tetapi tidak pula kasar. Tetapi kata otaku ini digunakan sebagai kata padanan “anda” atau “kamu”.

Namun sejak paruh kedua dekade 1990-an, istilah Otaku mulai dikenal di luar Jepang untuk menyebut penggemar berat subkultur asal Jepang seperti anime dan manga, bahkan ada orang yang menyebut dirinya sebagai Otaku.

Istilah otaku kemungkinan besar berasal dari percakapan antar penggemar anime yang selalu menyapa lawan bicara dengan sebutan Otaku (お宅 yang berarti Anda) yang merupakan bentuk paling sopan untuk kata ganti orang kedua dalam bahasa Jepang. Pada perkembangan selanjutnya, istilah otaku ditulis dengan aksara katakana otaku (オタク) atau wotaku (ヲタク) untuk membedakan istilah slang dengan kata ganti orang kedua dalam bahasa Jepang baku (wikipedia Indonesia).

Di Indonesia, orang yang benar-benar menyukai anime, manga, game dan J-pop/Rock menyebut dsiri mereka dengan istilah otaku. Dalam masa perkembangannya otaku yang ada di Indonesia menyebut komunitasnya dengan Otaku Indonesia.

Bab III. Metode Penenlitian

  1. Setting                                                    :
    1. Tempat                        :  Situs http://www.aoindonesia.net
    2. Waktu                          :  Tanggal 24 sampai 26 Desember 2011
  2. Teknik Pengumpulan Data            :

Peneliti melakukan observasi langsung di salah satu situs komunitas otaku Indonesia yaitu http://www.aoindonesia.net. Selanjutnya melakukan wawancara dengan chatting kepada salah seorang otaku Insdonesia untuk menanyakan translasi bahasa yang digunakan otaku Indonesia yang sebenarnya merupakan bahasa sdan istilah-istilah dari Jepang.

Bab IV. Hasil Penelitian.

            Bahasa yang digunakan otaku Indonesia pada situs aoindonesia.net sama seperti bahasa yang digunakan para pengguna forum-forum di internet pada umumnya meskipun itu berupa singkatan-singkatan maupun kalimat formal,segmentasi berdasarkan pada usia 12-30 tahun. Hanya saja ada penambahan-penambahan istilah dari Jepang yang bisa dilihat pada kolom lampiran yang fungsinya merupakan penjelas yang lebih pas dibanding istilah yang berasal dari bahasa Indonesia.

Berikut kalimat yang langsung peneliti copy paste dari situs aoindonesia.net :

“tapi kalo jadi “otaku” harus kaya ga juga sih liat aja kbanyakan otaku di jepang ga selalu kaya ada yng biasa2,ada yng pas2 an penghasilannya tapi bagi mereka meskipun gajinya udh pas2an/biasa2 lebih baik gajinya di buat beli aksoris anime daripada buat kebutuhan mereka yng lebih penting(ngeri gw pas liat artikelnya otaku”

 

“ane cuman anime lovers, dan otaku itu kan dicap kurang baik di negara jepang (kurang baik bukan berarti jelek loh”

 

 “Yang jelas, pas udah tau ada istilah begituan w langsung mencap diri w sebagai mereka.

W emang pada dasarnya gak begitu perhatian sama istilah2, jadina ketinggalan info (pas smp baru tau ada istilahsejenis otaku). Belum lagi fasilitas internet dulu w susah.”

“klo aku seh, klo suka ma satu anime ya pasti bakal update, koleksi wallpaper, cari ost nya, bahkan klo sreg ma charnya ya di cosplayin skalian..”

Bisa diperhatikan, hampir tidak ada perbedaan bahasa chatting yang digunakan orang Indonesia dengan otaku Indonesia, padsa segmentasi usia 12-30 tahun. Hanya saja ada istilah-istilah Jepang yang disisipkan kedalam bahasa yang digunakan.

Lampiran

 

Action Figure  :  Patung berwujud karakter anime, game atau manga.

Aishiteru         :  Cinta

Anata              :  Kamu

Anime             :  Kartun Jepang

Atharasi           :  Baru

Aoi                  :  Biru

Arigatou          :  Terima kasih

Ashita              :  Besok

Baka                :  Bodoh

Bakero             :  Brengsek

Bishounen       :  Laki-laki berwajah cantik atau seperti perempuan

Bishoujo          :  Perempuan berwajah tampan atau seperti laki-laki

Chan                :  Kecil

Chara               :  karakter anime, manga, dan game

Chibi               :  Versi kecil dari suatu tokoh anime atau game

Circle               :  Sekumpulan orang yang membuat Doujinshi (karya inspirasi dari anime)

Cosplay           :  Singkatan dari “Costum Play”, orang yang meniru kostum anime atau game di dunia nyata.

Desu                :  (gitu) lo atau (gitu) deh

Dorama           :  Drama

Doujinshi         :  Karya yang dibuat oleh penggemar yang terinspirasi dari anime, game atau manga.

Ecchi               :  Sempurna (dalam hal pelayanan)

Ero Oyaji         :  Laki-laki usia 35 tahun keatas yang maniak wanita (mata keranjang).

Fujoshi :  Sebutan wanita yang menyukai hal-hal berbau homoseksual maupun lesbian.

Gomen            :  Diam

Hajimemashite :  perkenalkan

Hentai             :  Film porno Jepang dalam bentuk kartun

Imasu              :  Ada

J-Pop               :  Singkatan dari “Japhanes Populer” (musik aliran pop Jepang)

J-Rock             :  Singkatan dari “Japhanes Rock” (musik aliran rock Jepang).

Kawaii             :  lucu (benda lucu) atau imut

Konichiwa       :  Selamat Sore

Konbawa         :  Selamat Malam

Kono               :  Ini

Kyonyu           :  Wanita berpayudara besar

Kudasai           :  Tolong

Kun                 :  Anak Muda, panggilan yang biasa digunakan bila seusia

Lolicon            :  Pedhophilia (Pecinta anak-anak/ orang dibawah usia 17 tahun)

Manga Ota      :  Orang-orang yang suka membaca dan mengoleksi manga (komik)

Moso Musume :  Wanita yang suka membayang-bayangkan (berkhayal)

Moshi-moshi   :  Halo-halo

Meganekko     :  Istilah untuk perempuan usia dibawah 17 tahun yang mengenakan kacamata.

Nijikon            :  “Ayolah” (istilah untuk merujuk orang yang terobsesi dengan tokoh dalam anime maupun game Jepang).

OAD               :  Singkatan dari “Original Animation DVD”, yaitu anime yang disimpan dalam DVD.

Ohayou           :  Selamat pagi

Okama             :  Banci atau waria

ONA               :  Singkatan dari “Original Net Animation”, anime yang dipublikasikan di Internet dan tidak dipublikasikan di siaran Televisi.

Orihime           :  Putri

OVA               :  Singkatan dari Original Video Animation, bentuk anime yang mempunyai kualitas yang lebih baik dari pada anime TV berseri.

Owarimasu      :  Selesai

San                  :  Tuan

Sensei              :  Menunjukkan orang yang dihormati

Sensei              :  Guru

Seifuku            :  Seragam sekolah “sailor” (pelayar) yang biasa dipakai perempuan dalam Anime

Seiyu               :  Pengisi suara karakter anime

Shoujo-ai         :  Perempuan menyukai perempuan

Shounen-ai      :  Laki-laki mwenyukai laki-laki

So Shimasu     :  Baiklah

Suki                 :  Senang

Tankoubon      :  Manga yang diterbitkan satu jilid satu jilid.

Ta Ta               :  Ta Ta (menirukan suara kejutan yang berarti menunjukkan sesuatu atau kalimat “ini dia”)

Tennen Boke   :  Istilah untuk orang yang bersifat benar-benar bodoh

Tsukkomi        :  Sebutan untuk orang yang bersifat tidak peduli atau cuek

Manga             :  Komik

Nekomimi       :  Karakter perempuan dalam anime atau manga yang mempunyai telinga dan atau ekor kucing.

Yandare          :  Sebutan untuk orang yang bersifat Psikopat (didepan manis dibelakang sadis)

Yaoi                :  Laki-laki mwenxcintai laki-laki atau homosweksual

Yosh!              :  Ok!

Yuri                 :  Perempuan mencintai perempuan atau Lesbian

4 (Yan)  koma :  Komik 4 phannel (terdiri dari 4 kotak gambar)

Gambar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s