Sms Spam Menyedot Pulsa

Standar

Pernahkah anda menerima sms berupa undian pengumuman pemenang?. Selanjutnya anda disuruh mengikuti instruksi-instruksi persis seperti yang ada di sms tersebut. Semisal ketik bintang satu dua sekian, sekian dan seterusnya. Boro-boro mendapat hadiah, jelas anda menjadi korban tipu bila terbujuk mengetiknya. Tanpa sepengetahuan anda pulsa mendadak berkurang. Berarti anda seperti jutaan pengguna handphone lainnya yang menjadi korban pencurian pulsa oleh Content Provider (CP) nakal.

Biasanya pulsa akan tersedot Rp 2000,- per sms. Memang bukan harga yang mahal. Akan jadi masalah ketika menerima sms berkali-kali dalam sehari. Apalagi tidak bisa di-UNREG. Bisa berabe.

Coba anda bayangkan, berapa trilliun pulsa yang sudah tercuri bila Rp 2000,- dikalikan dengan jutaan pengguna handphone di Inonesia ini. Masih dikalikan lagi berapa sms yang terkirim pada satu korban dalam sehari selama setahun. Sadis bukan.

Ada dua jenis sms spam. Pertama sms personal, yaitu semacam sms yang meminta kiriman pulsa, rekening atau sejenisnya. Sms ini berasal dari penipu biasa, dan menggunakan nomor 12 digit, biasanya.

Kedua adalah sms premium. Sms spam berupa layanan-layanan konten hiburan, ramalan, kuis, dan seterusnya dan lainnya. Sms ini berasal dari Content Provider (CP). Biasanya menggunakan empat digit nomor. Perlu adanya UNREG bila ingin berhenti. Meskipun kapan sih daftarnya?.

Biasanya menelan biaya Rp 2000.- setiap sms yang diterima maupun yang dikirim. Bahkan banyak juga yang lebih dari Rp 2000.-. Inilah sms spam yang dimaksud.

Content Provider (CP) adalah jenis perusahaan penyedia layanan dalam ponsel berupa wallpaper, RBT, kuis, ramalan, dan sebagainya. CP bekerja sama dengan operator telekomunikasi dalam layanan sms yang dikirimkan.

Mulai minggu kemarin kasus ini sempat  menjadi isu nasional. Salah satu korban, Feri Kuntoro, melaporkan kasus ini kepada aparat yang berwajib. Feri merasa dirugikan atas tersedotnya pulsa Rp 2000,- setiap sms konten yang dikirim dalam handphone-nya setiap hari.Tak diduga, salah satu CP (sang pengirim sms jebakan) malah melaporkannya balik. Feri dituduh mencemarkan nama baik, penistaan dan fitnah. Beruntung Feri mendapat banyak dukungan, dan bernaung pada YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) untuk sementara.

Muncul pula aksi protes mematikan handphone pada 15 oktober pukul 10.00-12.00 sebagai hari bebas ponsel. Aksi ini dilakukan setelah adanya pertemuan antara komisi I, Kemenkominfo, BRTI dan operator pada 10 oktober lalu. Karena pertemuan tersebut dirasa kurang memuaskan. Ternyata aksi ini mendapat tanggapan yang serius dari Kemenkominfo dan dianggap sangat berlebihan. Entah kenapa dikota Solo aksi ini tidak terdengar heboh.

Protes lain yang diluncurkan yang tidak kalah menggemparkan  adalah, membubarkan BRTI dan meluncurkan Sim Card bebas iklan. Protes ini dipelopori oleh penulis kompasianer.

Kasus ini pada tahun 2007 pernah booming di Malaysia juga. Finalnya, pemerintah menghasilkan kebijakan-kebijakn. Pertama, melarang masyarakat membalas sms kepada nomor berdigit 3 sampai 4. Kedua, terdapat standarisasi untuk UNREG kepada semua penyedia layanan apapun, yaitu “STOP ALL”. Ketiga, menteri meminta operator memblokir semua sms internasional berupa spam dan spoof yang masuk ke Malaysia. Alhasil, pencurian pulsa dan iklan-iklan aneh terhentikan.

Sudah banyak pula para korban yang protes dan dimuat di media massa. Ribuan dari merekapun pernah mengajukan protes kepada Customer Service yang bersangkutan. Tentunya sedikit sekali tanggapan yang memuaskan. Parahnya hampir semua kalangan pengguna handphone tengah mengalami pencurian pulsa ini. Sudah kasat mata sekali.

Selama ini operator telekomunikasi juga hanya diam. Padahal CP dalam mengirim layanan harus melewati operator terlebih dahulu. Baru nantinya diterima oleh customer. Artinya  adalah operator mengetahuinya  dan bisa saja menyingkirkan konten-konten yang merugikan bagi pelanggannya.  Selama ini pernahkah  operator meng-edukasi pelanggannya terkait hal ini. Operator juga  tidak pernah menunjukkan transparansi terhadap perjanjian antara operator dengan CP. Seandainya customer mengetahuinya, bukankah kepercayaan semakin tinggi.

UU telekomunikasi No. 36/ 1999. Pasal 15 ayat 1 : Atas kesalahan dan atau kelalaian penyelenggara telekomunikasi yang menimbulkan kerugian, maka pihak-pihak yang dirugikan berhak mengajukan tuntutan kepada penyelenggara telekomunikasi.

Ayat 2: Penyelenggara telekomunikasi wajib memberikan ganti rugi sebagaimana ayat 1, kecuali penyelenggara komunikasi dapat membuktikan bahwa kerugian bukan diakibatkan kesalahan atau kelalaiannya.

Untuk memperkuat, Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan ”tindak pidana pencurian pulsa sudah masuk pasal kriminal”. Lebih lanjut, ” Content Provider yang terbukti melakukan itu, akan diproses secara hukum”,dalam vivanews.com 8 oktober 2011, 15:10 WIB.

”Kan sudah ada 60 Content Provider yang kami black list. Itu bisa ketahuan”, kata Tifatul dalam sumber yang sama.

Nah, bagi warga kota Solo. Bila mendapat sms spam, jangan pernah dibalas. Bila delalah terjadi tindak pencurian pulsa, jalan hukum terbuka lebar. Silahkan tentukan sendiri.

Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY), juga mulai bergerak. Customer ponsel yang menjadi korban sedot pulsa diminta melapor ke LKY. Entah kenapa di kota Solo tidak seheboh Yogya.

Masyakat selama ini tidak merasa kerampokan  sebelum kasus ini diangkat ramai-ramai oleh media. Bahkan pencurian pulsa ini hanya dianggap sebagai guyonan.

Tidak perlu takut dituduh balik, atas kasus pencemaran nama baik. Karena orang yang melapor ke polisi, bukanlah termasuk tindak pidana mencemarkan nama baik, kata Karni Ilyas dalam Jakarta Lawyers Club, 12 oktober 2011 malam.

Lucu juga bila melaporkan malah ditindak pidana. Hasilnya masyarakat menjadi takut untuk melapor. Pelaku kejahatan malah semakin semena-mena nantinya.

Fakta, kurang lebih 125 Juta orang di Indonesia terdaftar sebagai pengguna ponsel (Sumber, Tribunnews.com, 31 Mei 2011). Di kota solo ini, kemungkinan puluhan ribu yang menjadi korban sedot pulsa ini. Artinya, korban pelapor mempunyai dukungan dan kekuatan yang sangat luar biasa untuk menuntut haknya, bila bersatu.

Sumber : Jakarta Lawyers Club, Rabu 12 oktober 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s