Membangun citra lembaga Melalui Manajemen Humas

Standar

Sebelum memulai membangun citra lembaga, Humas haruslah mengerti apa yang sebenarnya terjadi dilapangan oleh karena itu perlu sekali dilakukan evaluasi dan penelitian.
A. Penelitian
1. Penelitian Citra
Mengetahui secara pasti sosok lembaga dimata masyarakat, bagaimana mereka mengetahui dengan baik dan apa yang mereka sukai atau tidak disukai.
2. Peneletian Motivasi
Mengetahuii secara pasti mengapa publik mencaci ataupun memuji sebuah perusahaan.
3. Penelitian keevektivan
Untuk mengukur penga ruh yang kuat yang ditimbulkan oleh kegiatan Humas terhadap opini publik.
4. Analisis Isi
Mengetahui ipenempatan atau berapa kali perusahaan disiarkan dalam media.
5. Studi publik secara individual
Mengetahu pengetahuan perindividu tentang lembaga tersebut.

B. Hubungan Humas Dengan Media dan Publitas
Humas harus luwes terhadap teknologi dan mempunyai pengetahuan luas terhadap publisitas dan media.
a. Media
Komunikasi efektif yang bertujuan membangun pencitraan lembaga dalam kurun waktu yang lama dan yang baik adalah pelirikan terhadap media dan menggunakannya.
1.  majalah
kenapa majalah no. 1? karena majalah adalah media yang tidak mudah hilang. Bila seorang humas tidak bisa memanfaatkan majalah dalam pencitraan humas, dia adalah humas yang tolol. Dengan majalah lembaga bisa tampil baik secara maksimal dengan gambar yang bagus dan warna yang bagus, dan bisa memuat banyak tulisan tentang pencitraan positif. Dan yang paling hebat lagi, majalah biasanya dismpan dalam jangka waktu yang lama dan tidak mudah dibuang oleh pemiliknya, mereka menjadikanya sebagai refrensi yang sewaktu-waktu bisa dibuka. Akan tetapi majalah lemah terhadap penjualan. Pintar-pimtar humas saja dalam memanfaatkannya, bagaimana strategi penjualannya. Bisa lewat anggota lembaga yang menyebarkan ketetangga ataupun keluarga. Bisa juga memasuki komunitas-komunitas tertentu yang rentan menyebar luaskannya. Dan dalam media seorang humas alangkah baiknya memasukinya dengan iklan-iklan juga.
2. Tv
Sudah tidak diragukan lagi, layaknya BSI yang sering disiarkan-siarkan dalm iklan ditelevisi makin menggencarkan ingatan publik tentang lembaga. Semakin sering ditontonkan imaga positif semakin mudah menimbulkan perasaan simpati terhadap lembaga dan hasilnya pasti luar biasa. Yang pasti acara yang disiarka tidak menjenuhkan dan monoton, coba dibuat layaknya tontonan Terminator dalam box office.
3. Koran
Media yang menarik untuk dibaca kalangan berpendidikan dan merupakan sarana pengisi waktu luang yang baik bagi semua kalangan. Penggunaan dengan media ini dapat memancing dan menambah pemahaman publik secara efektif.
4. Internet.
Media yang sewaktu-waktu bisa diakses dan murah. Harian Jogja pun menyediakan webnya meskipun baru 3 tahun berdiri. Merupakan sarana yang bagus untuk kalangan publik modern.
5. Radio

b. Publisitas
Publisitas adalah informasi yang berasal dari sumber luar yang digunakan oleh media massa karena informasi itu memiliki nilai berita. Publisitas merupakan sebuah metode yang tidak dapat terkontrol, dalam penempatan pesan di media massa karena sumber tidak membayar media untuk memuat berita bersangkutan.
bentuk-bentuk publisitas yang harus dialkukan humas dalam pencitraannya adalah berupa berita rutin (pengumuman, pertemuan, konferensi, pameran seni, pelatihan singkat, pernyataan perusahaan mengenai akusisi, peruahan, atau pembagian personel). Dalam publisitas diberitahukan secara transparan kepada publuk intern maupun luar tentang lembaga, akan tetapi tidak benar-benar transparan karena berita yang kurang bagus harus segera dikounter dengan berita-berita positif dan tidak diumbar-umbar.

C. Peristiwa Khusus dalam Kegiatan
Humas disini dituntut jeli dalam memanfaatkan momen-momen tertentu dalam rangka pencitraan, bahkan diharuskan mempunyai kalender yang berisi hari-hari penting dalam setiap tahunnya agar bisa branding dan mencitrakan kepada publik secara lansung. Hal ini seperti yang sering dilakukan lembaga-lembaga pada waktu hari idul fitri yang dengan menggelar acara-acara khusus ataupun membuat kartu lebaran. Berikut hal-hal khusus yang perlu mendapat perhatian dalam strategi mujarab pencitraan lembaga :
1. Hari-hari dan pekan-pekan khusus
2. Pameran dan pertunjukan
3. Rapat dan konverensi
4. Peringatan
5. Hadiah khusus
6. Open House
7. Kontes
8. Parade dan pawai
9. peristiwa kemanusiaan yang di sponsori
10. Organisasi yang disponsori
11. Penampil Humas atau orang yang ditempatkan didepan
12. Peresmian

D. Hubungan Vital
Humas dalam melancarkan serangannya haruslah mempunyai hubungan-hubungan yang baik dalam suatu instansi-instansi tertentu agar memudahkan dalam melakukan beberapa prosedur-prosedur yangh harus dilakukan. Maka berbaik-baiklah dalam menjalin hubungan dengan siapapun juga. Berikut hubungan-hubungan dengan instansi yang harus klop dengan humas dalam hal pencitraan lembaga :
1. Hubungan Karyawan lembaga
2. Hubungan pemegang saham
3. Hubungan Distributor (dealer)
4. Hubungan Pemasok
5. Hubungan Komunitas
6. Hubungan Pendidikan
7. Hubungan pemerintah
8. Hubungan dengan Publik

daftar pustaka

F. Rachmadi, Public Relations dalam teori dan praktek, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1994,

Hal:21

 

Efektive Publik Relation nine edition, Scott M Cutlip, Allen H Center, Glenn M Broom, Prenti Hall, San Diego, 2006.

Manajemen Public Relation : Strategi Menjadi Humas Profesional, prenada media, Jakarata ; 2004.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s