Bagaimana Memulai Menulis

Standar

Sial, tidak kepikiran!. Semakin dipikir semakin bingung. Mencari-cari
teori malah tambah pusing. Lha kapan mulainya?
Ingin nulis? tinggal nulis. Yang penting langsung mulai, buruk jelek,
bosenin dan lain-lain, belakangan. Penyempurnakan dilakukan mengikuti
proses.
Ide langsung menyeruak ketika mengucapkan ”bagaimana?”. Sama dengan
judul saya diatas bukan. Tidak usah terburu-buru?? Terserah kita dong,
yang penting langsung mulai dan selesai.
Banyak sekali teman-teman saya yang pusing ketika hendak menulis.
Parahnya, menulis pendahuluan saja tidak selesai dalam seminggu. Kok
bisa? banyak mikirnya dan tidak langsung mulai saja. Ilham akan datang
sendiri bila berani memulai.
Kelemahan kebanyakan orang sekarang adalah, tidak punya ”data”. Data
apapun itu, gunanya banyak. Ide banyak yang muncul lewat data-data.
Kumpulan data juga merupakan perpustakaan pribadi kita.

Darimana asalnya?, mudah. Semisal dari koran, kita gunting dan dibuat
kliping layaknya siswa SMA. Tidak usah ragu manfaatnya.

Mulai menulis? pikirkan ”bagaimana”. Masih sulit? lihat data-data.
Pedoman masih sama, 5 w + 1 h (what, where, who, when, why and how).
Cobalah tips ala khokom!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s